Selasa, 03 Maret 2015

Berikan Aku Cahaya Itu (Part I) : Tebing dipinggir jalan

Sejuk tiupan angin pada siang hari. dibawah pohon rindang ini, duduklah aku seorang diri, mentari terik bersinar tak menghiraukanku yang tengah memandanginya sesekali. "siang yang cukup panas" ucapku seorang diri.
Beberapa saat yang lalu saatku tiba ditempat ini, tebing kecil ditumbuhi banyak pepohonan dan rumput, ditepi jalan setapak ini, menjadi tempat tujuanku untuk menghindari panasnya sayatan pisau cahaya panas sang mentari yang siang ini sedang meraja lela melepaskan pesonanya pada atmosfir sekitar desa ini. mungkin hanya perasaanku saja, atau memang siang ini mentarinya bersinar lebih terik dan menyengat dibanding biasanya.
Teringat waktu dahulu, saatku menatap langit yang biru, pantulannya terlihat begitu jelas dan indah pada cermin-cermin air yang ada didepanku, tepat sekitar beberapa meter jaraknya dari tebing ini, jalan setapak yang dekat dengan danau, dengan kerlap-kerlip riak air yang tenang memantulkan sinar mentari yang seolah mentari diatasnya.

Tak kuhiraukan cekikikan serangga disekitar pohon tempatku berteduh dibawahnya, juga nyanyian beberapa burung yang terdengar sekilas namun berlalu, tapi angin sepoi-sepoi siang ini, mengapa?
Mengapa engkau berhembus sambil membawa beberapa puing kenangan yang sempat terlupakan dalam ingatanku, sekarang telah kuingat dan mulai ku nikmati tiap bagian nostalgia khayalan pikiran yang ada, sempatku terbuai dengan lembutnya sentuhan angin sejuk yang meleok-leok menerpa wajahku disiang yang terik ini.

Ku ingat beberapa masa yang lalu, saat ditepi tebing ini, ya... saat itu aku yang berasal dari kota besar sedang berlibur di desa ini, pemandangannya indah, udaranya segar, apalagi danau dan tebing ini.
hampir tiap saat aku selalu duduk dibawah pohon-pohon rindang diatas singgasana tak bertuan ini, ditepi jalan setapak yang berhadapan dengan keelokan danau yang terus menari ombak-ombak kecilnya saat sang angin berlalu dengan girang, berlari diatasnya.

Tebing ini adalah singgasanaku untuk menikmati sejuknya angin dan indahnya danau.
di kota sangat riuh dan panas yang kurasa udara disekitarnya, kuputuskan saat itu untuk berlibur ke desa ini, kebetulan bibi dan pamanku menetap didesa ini, dengan tawaran mereka, akupun tinggal bersama mereka untuk beberapa saat menghabiskan waktu liburanku, libur kuliah semester genap memang cukup lama, sehingga keputusan bijak bagiku untuk berlibur didesa ini, menghabiskan setidaknya satu atau dua bulan disini pasti bisa menyegarkan pikiranku kembali yang telah dipenuhi banyak polusi, baik polusi udara dikota tempatku, maupun polusi setelah menghadapi UAS yang begitu membuat penat kepalaku, deg-degan menunggu hasil IP yang akan keluar. Hahh! lupakan saja, baik ku nikmati waktu bebasku ditempat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar