Tegap dan kokoh
Sosok perkasa yang berdiri dengan senjata diujung tangan kanannya
Melirik tajam ke setiap penjuru
Mengatur arah dan tujuan kaum bermata sayup
Karena ia kuat, para pendengar tidak membantah ucapannya
Karena mereka dianggap lemah, sesuka hati ia menyampaikan hasrat lidahnya
Sebuah serpihan kaca kecil hadir di jalan sang pemerintah
Menancap kuat, melukai kakinya saat ia berlalu dan menginjaknya
Luka kecil yang mampu mengguncang nadi
Hingga darah tumpah begitu merah
Pijakannya kini tak lagi kuat
Lidahnya kini bukan kendalinya, melontarkan yang tidak ia ketahui
Tegap dan kokoh
Perkasa dan hebat
Mata tajam dan berwibawa
Jatuh dan terpuruk
Disebabkan serpihan kecil kaca dijalanan
Betapa tajamnya goresan serpihan kaca
Hingga mampu melumpuhkan
Kumpulan Tulisan
Tuangan karya labil dari tunas lemah karya anak muda
Senin, 21 Desember 2015
Selasa, 01 Desember 2015
Kisah Ku
Berawal dari sebuah kisah yang kandas pada Semester 2, aku
ingin menemukan pasangan yang dimana aku butuh kedewasaan dari wanita tersebut.
Bukan aku menuntut seoran wanita yang sangat super perfect, tetapi sekarang aku
memang selektif dalam memilih. Bahkan kesalahanku adalah disaat aku menyukai
seorang cewe yang dimana dia sudah mempunyai pasangan dalam hidupnya aku mau
untuk mendapatkannya. Bukan Karena dia hanya sekedar cantik, itu memang salah
satu alsan, tapi yang paling tepat itu adalah dimana wanita tersebut mirip
dengan Ibu ku. Sekarang, bagiku untuk mencari seorang perempuan bukan dilihat
dari fisik. Mungkin sekarang itu menjadi nomor 2, aku mau menjadi seseorang
yang tidak menyesal nantinya. Untuk kisah pencarian wanita belakangan ini akan
aku tuliskan beberapa saat lagi.
Entah
mengapa, disaat aku putus di semester 2, aku sekarang hanya bisa meerasakan
ketertarikan pada wanita tertentu. Bila aku bertemu dengan wanita cantik, aku
hanya sekedar menilai dia sebagai wanita cantik namun tidak ada ketertarikan.
Terkadang wanita yang membuat ku tertarik adalah wanita yang dimana penuh
rahasia, dan seakan-akan dia memberi celah untuk aku masuk kedalam dunianya.
Satu lagi, yaitu wanita tersebut tidak congkak atau sombong, karena
sesungguhnya aku kesal dengan wanita yang menyombongkan harta kekayaan orang
tuanya, namun disaat dia diajak hidup susah, dia tidak mau dan malah
merendahkan kita. Itu yang saya sangat benci sekali dalam wanita yang “uptown girl”.
Ok, kita
lanjut kepada kisah gua yang dimana berusaha untuk mendapatkan wanita yang gua
inginkan.
Bulan mei
Tahun lalu yaitu 2014, dimana aku sedang ada acara, yaitu retreat besama
Triniti Choir. Singkat saja ceritanya, aku bertemu dengan wanita ini di dalam
group paduan suaraku dan wanita ini bernama Citananda, dia termasuk orang baru
di dalam group paduan suara ini. Dia masuk dengan teman teman yang lainnya,
salah satunnya adalah perempuan yang bernama Lisa. Pertama, aku melihat
Citananda ini, aku hanya sebagai orang yang cuek, yang tidak mengerti apa yang
ia rasakan, bahkan aku termasuk orang yang sangat cuek waktu itu terhada Nanda.
Hingga pada saatnya, kami di pertemukan untuk menjadi akrab di acara retreat
tersebut. Awalnya, aku hanya berfikiran bahwa dia hanya sekedar perhatian dan
baik saja sama aku. Namun, lama kelamaan aku memancing dia, aku merasa ada
perasaan yang berbeda yang ia rasakan. Hingga sampai, aku pun menjadi Gede Rasa
sama dia. Yang paling kerasa adalah, disaat aku harus kembali ke UKI jam 12
malam, untuk menghadiri kelas pada paginya. Disitu, ia memelukku dan
mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak mau dibawa perasaan dulu, namun berkat
peluka itu aku jadi tidak nggantuk di
sepanjang perjalanan dalam waktu tengah malam seperti itu. Namun, semua itu
pada akhirnya kandas dan hilang begitu saja setelah aku mendekatinya selama 8
bulan, bahkan sudah terbilang bahwa kami seperti orang pacran. Ya, bisa di
bilang juga kami seperti pasangan yang membuat Hubungan Tanpa Status. Hubungan
it kandas, memang karena kesepakatan kami berdua untuk menyudahi, karena kami
pun bingung harus apa yang kami lakukan pada hubungan ini, dan disini posisinya
adalah aku yang salah, karena aku sudah jarang untuk menyisihkan waktuku untuk
memberikan kepadanya waktu yang berkualitas. Ini disebabkan karena aku harus
fokus dulu dalam tugas dan ujian yang akan datang. Namun, semua itu sirna
begitu saja. Seakan-akan itu tidak pernah terjadi.
Lalu lanjut
kepada dua orang wanita. Yang bernama Elisabeth Yakoba Lenakoly dan Marsha
Epriliasari Simatupang. Merek berdua memang bisa dikatakan manis, cantik, dan
apapun itu. Namun yang aku lihat adalah kembali kepada sifat mereka.
Baik, aku
akan menceritakan satu persatu kisah mereka berdua….
Dimulai dari
yang namanya Elisbeth Yakoba Lenakoly, dimana dia sering di panggil Lisa. Yes
betul, kalau kalian kembali keatas, lisa yang aku maksud di atas adalah wanita
yang aku kagumi sejak awal karena dia cantik. Namun, aku tidak berani untuk
mendekatinya, karena disaat itu, ku mendekati Citananda. Ok, lanjut. Lisa ini
adalah orang yang memberikan aku kesan pertama, bahwa dia adalah orang yang
pendiam dan stay cool. Namun pada kenyataanya disaat aku mendekati dia, dia
adalah orang yang sangat bawel, tapi lucu. Terkadang dia tau bagaimana cara
mencairkan suasana yang sudah di bilang garing. Karena, disaat aku sedang
nganterin dia pulang, dan aku merasa sudah ingin istirahat, terkadang dia
kembalikan mood aku dalam sekejap. Itu yang membuatku kaget, ternyata dia
adalah wanita yang dimana persis sama dengan Ibu ku dikala ada situasi yang
seperti itu.
Bagaimana
aku bisa dekat sama dia. Ini adalah kisah yang menurutku unik. Karena, aku bisa
deket sama dia, karena bermula aku yang iseng untuk mendekati dia, bukan
berarti mempermainkan, melainkan aku yang mau mencoba untuk mengetahui dia
lebih dalam lagi. Akhirnya, aku sedikit berhasil untuk mengajak ngobrol dia,
awalnya aku berusaha untuk membuatnya ketawa. Kejadian ini berlangsung di bandung
di dalam bis menuju gereja. Lagi lagi, ini acara retreat dengan group paduan
suaraku.
Singkat
cerita, disaat kami mau kembali ke bogor, dan aku sudah siap untuk kembali ke
bogor, karena barang barang ku sudah ada di bis. Namun, tiba-tiba aku di suruh
membawa mobil guru piano ku, karena ternyata guruku membawa 2 mobil, dan
akhirnya mobil yang satu aku bawa sendiri. Namun, pikiranku langsung cepat
melaju, bahwa aku ingin mengajak abang dan kakak ku yang ada di situ, yaitu ka
Evi dan bang Lambas. Di jalan, aku teringat kembali dengan Lisa, dimana dia
sebenernya ingin langsung turun di jatibening, karena sebenernya bis itu akan
berhenti di UKI. Lalu, seketika aku langsung menghubunginya dan menyuruh dia
pindah ke mobil yang aku kendarai. Di saat itu lah, aku dengan nya menjadi
lebih dekat.
Di
perjalanan, memang banyak momen, seperti aku bercanda dengan dia, membahas
keluarga, ber selfie bersama. Tentunya abang dan kakak yang tadi aku ajak,
mereka di belakang dan mereka tidur. Disitu lah aku banyak momen. Dimana aku
pun disuapin dia untuk makan kue, karena kebetulan aku bilang ke dia laper.
Namun, aku tidak mau untuk membawa perasaan dulu. Aku tetep stay cool, dan
mencoba untuk netral, namun perlahan mendekati dia.
Lalu setelah
kejadian di bandung itu, aku sempet lost contact dengan lisa beberapa bulan.
Dan akhirnya, kembali dekat di acara FKPPI, setelah acara itu kami akan
mengadakan konser paduan suara kami. Disitu, kami kembali dekat. Dimana aku
rela untuk menjemput dan mengantar dia dari tempat kerjanya menuju tempat
latihan lalu mengantarkan dia kembali kerumah. Disini, aku sudah mempunyai rasa
yang lebih terhada dia. Maka dari itu, aku rela berkorban untuk melakukan
apapun untuk dia.
Untuk info
tambahan, Lisa ini sudah mempunyai
pacar, namun yang aku tahu, mereka memang sedang complicated.
Lanjut….
Kalau aku
mengulang kejadian, kami pernah berpegangan tangan disaat aku mengantarkan dia
pulang kerumahnya, dan dia tertidur. Jadi, dia tertidur, sambil memegang
tanganku. Di situ aku merasa ruang untuk semakin medekati dia terbuka lebar.
Sampai pada puncaknya, di saat kami mengadakan konser. Dan setelah selesai
konser, aku melihat ternyata cowonya datang, dan yang aku pertanyakan adalah,
mengapa Lisa biasa saja, dan tidak terlihat senang Cowonya datang. Yang ada,
Lisa sering nyamperin aku. Bahkan disaat mau pulang pun, dia tidak perduli
dengan cowonya, dan segera menghampiriku untuk mengucapkan “hati hati dijalan
kalau pulang nanti ya, ci” disitu aku merasa agak canggung dengan di. Sampai
pada, dimana salah satu temanku bilang, bahwa mereka sebenarnya sedang proses
untuk putus. Sedikit senang mendengarnya, namun aku tidak mau terlalu senang
dulu.
Lalu,
setelah konser kami menjadi biasa kembali, normal. Karena kami mempunyai
keisbukan masing masing. Dimana dia menjadi sering keluar kota, dan aku sibuk
dengan dunia kuliahku.
Singkat
cerita, pada akhirnya di tanggal 28 November 2015, aku mengajak dia untuk makan
malam. Bisa di bilang midnight dinner. Aku sengaja menyiapkan waktu itu, untuk
merayakan ulang Tahun dia. Sebenernya aku mempunyai kejutan dimana disaat dia
ulang tahun, aku sudah memesan 1 kamar hotel untuk memberikan kejutan
kepadanya, kamar tersebut bukan buat bermalam, melainkan dimana ruangan itu
akan di dekorasi untuk ulang tahun dia, dan aku pun sudah memesan 1 meja untuk
berdua di restoran Hotel tersebut. Namun semuanya itu aku batalkan, karena
memang Lisa keluar kota pada hari ulang tahun dia.
Namun akal
ku tidak berhenti di situ saja, aku segera mengajak dia pergi di tanggal 28
malam, sekeedar mengajak dia makan malam, dan memberikan dia kado yang telah
aku persiapkan. Dan di tanggal itu juga, disaat aku mengantarnya pulang, aku
mengatakan kepada dia, bahwa aku mempunyai rasa yang lebih dengan nya, dan aku
meminta maaf sama dia, kaena aku bisa mempunyai rasa kepada dia yang sudah
mempunyai Cowo. Dan sampai tulisan ini di tulis pun, aku kangen sama dia. Tapi
aku takut, takut dia berfkir aneh aneh disaat aku akan aktif untuk melakukan
percakapan melalui pesan singkat eletronik. Aku hanya bisa memendam, dan
mendengarkan lagu yang beralunan slow pop. Ini lah kisah ku yang belum selesai
sampai saat cerita ini di tuliskan.
Lalu lanjut
kepada wanita yang bernama Marsha. Dimana dia adalah Seniorku di Fakultas
Sastra. Di terbilang manis, dan orangnya apa adanya, satu hal lagi buat info
kalian, Marsha sudah mempunyai Cowo.
Untuk kisah
ini, sebenrnya simple saja. Aku menyayanginya bersamaan di saat aku menyayangi
Lisa. Disini lah gundahku muncul. Aku harus memilih yang mana. Akhirnya aku
memutuskan bahwa salah satu dari mereka yang bisa menerima aku dial ah yang
akan aku jaga, dan perasaanku seutuhnya untuk wanita yang telang memilihku.
Momen
bersama marsha terbilang standard, namun mempunyai kesan tersendiri. Aku adalah
cowo yang suka memberikan surprise kepada seorang wanita yang aku sayangi,
termasuk Ibu. Jadi, aku suka memberikan sesuatu yang di luar dugaan dia. Dimana
terkadang aku suka menculik dia untuk jalan jalan ke tempat yang sebenernya aku
tidak tahu juga. Namun, karena aku nekat, jadi aku berani mengajak dia untuk
jalan-jalan seperti itu.
Singkat
cerita, aku memutuskan untuk bersikap netral bersama Marsha, karena aku nggak
mau lagi untuk mengganggu hubungan dia dengan cowonya. Marsha dan Lisa
mempunyai sifat yang sama, namun Lisa lebih terlihat kalem dan feminism,
sedangkan marsha lebih terlihat nggak bisa diam, dan aktif.
Itulah
cerita kisah ku, yang sebenrnya belum jelas.
Di cerita
ini aku menitik beratkan kepada Lisa, karena memang alsanku menulis cerita ini
adalah karena Lisa. Lisa adalah wanita yang cantik. Dan terkadang aku yang
melayang kalau di deketnya, dan dia salah satu wanita yang cukup supel untuk
bergaul, namun dia juga bergaul dengan orang tertentu.
Aku
menyayangi Lisa dan itu susah di ungkapkan dengan kata kata. Aku hanya bisa
mendoakan dia dari kamarku. Dan berharap suatu saat aku memilikinya.
Sabtu, 18 April 2015
3 hal baik yang bisa dilakukan saat sedang malas untuk kuliah
Sebelum diberikan beberapa hal berikut untuk melawan rasa malas, perlu diketahui bahwa semua tips berikut bisa berhasil jika dilakukan dengan niat dan tekad yang membara.
Apa yang bisa dilakukan untuk melawan rasa malas untuk datang kuliah atau ngampus :
1. Ingat motivasi awal
Awalnya masuk kuliah apa sih yang ada dalam pikiranmu?, apa tekad awalmu?. tidak dapat dipungkiri seiring dengan berjalannya waktu maka tekad yang awalnya menggebu-gebu dalam diri akan terkikis sedikit demi sedikit dan digantikan oleh rasa malas, inilah yang harus diwaspadai. ingatlah motivasi awalmu saat pertama kali kuliah, ingat tujuan awalmu dan mulailah bangkit, berjuang melawan rasa malas.
2. Nelpon orang-orang yang disayang untuk mendapatkan motivasi atau nasehat
Bagi beberapa orang akan sulit untuk menentukan atau mengingat apa sih motivasi awalnya untuk kuliah?, toh awalnya hanya disuruh orang tua, karena mau kerja tapi belum siap dan dilapangan pekerjaan jika belum sarjana akan mengalami banyak sekali kesulitan serta jarang sekali bisa bekerja pada posisi yang layak. Nah, saat kamu sedang bingung apa sih yang harus dilakukan saat rasa malas menyerang adalah menelpon orang-orang yang kamu sayang, misalnya orang tua, karena biasanya orang tua paling bisa dalam memberi motivasi dan nasehat yang mantap deh. berbincanglah dengan mereka satu dua topik lalu mulailah arahkan pembicaraan tentang kuliahmu, apa yang kamu hadapi saat ini, jangan langsung katakan bahwa kamu malas, pakai kata-kata Implicit aja, misalnya kamu bisa bilang "Duh, kuliah lagi banyak banget tugas nih, buat stress rasanya".. mendengar hal tersebut biasanya orang tua akan memberikan beberapa kalimat motivasi dan nasehat yang mujarab banget untuk mengembalikan semangat. Gak cuman orang tua aja sih, hubungilah beberapa orang yang kamu anggap enak untuk diajak ngobrol dan sharing.
3.Memaksa Diri
hal terakhir yang bisa dilakukan adalah memaksa diri untuk tetap datang kekampus walaupun malas, tetap mengerjakan tugas walaupun serasa muak. Lakukanlah hal baik yang tak ingin kamu kerjakan sebab tak ada dampak buruk bagi kebaikan yang kamu selesaikan, biasakanlah diri untuk dipaksa melakukan sesuatu yang bermanfaat, awalnya akan serasa berat namun semakin hari, semakin dipaksa hal baik yang dilakukan akan menjadi kebiasaan baru yang dinikmati.
Rasa malas pasti timbul dalam diri tiap orang, bukan pribadimu yang salah namun sikapmu yang awalnya tekun tapi membiarkan tumbuhnya rasa malas tersebut tumbuh hingga akhirnya menguasaimu. jangan terlalu lama menikmati kemalasan, mulailah melompat, berjalan cepat hingga akhirnya berlari !
Sekian xd .
Apa yang bisa dilakukan untuk melawan rasa malas untuk datang kuliah atau ngampus :
1. Ingat motivasi awal
Awalnya masuk kuliah apa sih yang ada dalam pikiranmu?, apa tekad awalmu?. tidak dapat dipungkiri seiring dengan berjalannya waktu maka tekad yang awalnya menggebu-gebu dalam diri akan terkikis sedikit demi sedikit dan digantikan oleh rasa malas, inilah yang harus diwaspadai. ingatlah motivasi awalmu saat pertama kali kuliah, ingat tujuan awalmu dan mulailah bangkit, berjuang melawan rasa malas.
2. Nelpon orang-orang yang disayang untuk mendapatkan motivasi atau nasehat
Bagi beberapa orang akan sulit untuk menentukan atau mengingat apa sih motivasi awalnya untuk kuliah?, toh awalnya hanya disuruh orang tua, karena mau kerja tapi belum siap dan dilapangan pekerjaan jika belum sarjana akan mengalami banyak sekali kesulitan serta jarang sekali bisa bekerja pada posisi yang layak. Nah, saat kamu sedang bingung apa sih yang harus dilakukan saat rasa malas menyerang adalah menelpon orang-orang yang kamu sayang, misalnya orang tua, karena biasanya orang tua paling bisa dalam memberi motivasi dan nasehat yang mantap deh. berbincanglah dengan mereka satu dua topik lalu mulailah arahkan pembicaraan tentang kuliahmu, apa yang kamu hadapi saat ini, jangan langsung katakan bahwa kamu malas, pakai kata-kata Implicit aja, misalnya kamu bisa bilang "Duh, kuliah lagi banyak banget tugas nih, buat stress rasanya".. mendengar hal tersebut biasanya orang tua akan memberikan beberapa kalimat motivasi dan nasehat yang mujarab banget untuk mengembalikan semangat. Gak cuman orang tua aja sih, hubungilah beberapa orang yang kamu anggap enak untuk diajak ngobrol dan sharing.
3.Memaksa Diri
hal terakhir yang bisa dilakukan adalah memaksa diri untuk tetap datang kekampus walaupun malas, tetap mengerjakan tugas walaupun serasa muak. Lakukanlah hal baik yang tak ingin kamu kerjakan sebab tak ada dampak buruk bagi kebaikan yang kamu selesaikan, biasakanlah diri untuk dipaksa melakukan sesuatu yang bermanfaat, awalnya akan serasa berat namun semakin hari, semakin dipaksa hal baik yang dilakukan akan menjadi kebiasaan baru yang dinikmati.
Rasa malas pasti timbul dalam diri tiap orang, bukan pribadimu yang salah namun sikapmu yang awalnya tekun tapi membiarkan tumbuhnya rasa malas tersebut tumbuh hingga akhirnya menguasaimu. jangan terlalu lama menikmati kemalasan, mulailah melompat, berjalan cepat hingga akhirnya berlari !
Sekian xd .
Jumat, 06 Maret 2015
Kristal batu (Part I)
Mana ku tahu apa itu hidup, hanya kujalani saja apa adanya alur kehidupan ini.
Mana ku tahu apa itu perjuangan, konsepku hidup hanyalah sebuah alur drama yang hanya bisa dinikmati seadanya, tak perlu begitu serius menyikapi segala hal yang ada.
Banyak hal yang kuabaikan, tak kuperdulikan dalam hidup ini.
Aku ingat saat senja dihari itu, ditepi bendungan danau mini ditengah taman kota ini, suasana senja menyelimuti atmosfirnya, sesekali berhembus angin sepoi-sepoi menyerang tubuhku, aku yang tengah duduk disebuah kursi ditepi bendungan itu, dengan buku ditangan kiriku yang sedang kubaca, sesekali kuperhatikan keadaan sekitar. dengan penerangan lampu redup seadanya, kucoba telusuri tiap bait dari isi buku yang tengah ku dalami.
Saat sedang fokus pada buku yang tengah kubaca, sesekali kudengar bunyi riuh air danau seolah ada sesuatu yang terhempas kedalamnya, semakin lama semakin sering pula suara itu terdengar dan semakin mengganggu konsentrasiku. ku hentikan kegiatan bacaku, melipat secarik kertas buku yang sedang kubaca. ku letakan kembali dalam tas milikku yang selalu kubawa saat pergi keluar; ditempat seperti ini. ku perhartikan dengan seksama sisi kiri dari tempat dudukku dikejauhan, tertangkap sosok seorang wanita oleh mataku yang sedang melemparkan beberapa batu kearah danau di sertai gumam juga teriakan yang tak jelas. mungkin dia sedang patah hati tangkapku sejenak.
"Hgghhh!!" ... PLUGH! .. "harus coba lebih jauh lagi nihh" ucap wanita tersebut disusul dengan batu yang telah ada ditangannya ia lemparkan kearah danau, mungkin ia ingin melemparkan jauh-jauh batu tersebut.
"Maaf, mbak lagi ngapain?" tanyaku dengan nada rancu melihat apa yang ia lakukan.
"lagi lempar batu?.. ga liat?" balasnya.
Nenek-nenek joget goyang dribel juga tau dia lagi lemparin batu, tapi bukan itu apa yang ingin ku ketahui tentang tindakannya. "oh gitu... lagi kesal ya?" tanyaku lagi dengan gaya sedikit menyelidik.
"nggak juga.... memang kalau ada orang yang lemparin batu kedanau itu artinya lagi kesal?" tanyanya balik.
pertanyaan yang kembali dilontarkan setelah aku yang bertanya, benar-benar jawaban yang baik untuk menjawab suatu pertanyaan.
Tiba-tiba cewek tersebut berhenti melakukan kegiatan anehnya, mungkin dia telah capek, perlahan ia berjalan mendekatiku dengan membawa beberapa kerikil kecil ditangannya.
"coba deh.." ucapnya menyodorkan beberapa batu-batu kecil itu kepadaku.. "maksudnya?" tanyaku balik untuk memastikan apakah ia menyuruhku mencicipi kerikil itu atau bagaimana sebenarnya.
"Iya, cobain deh... kamu lemparin ini batu ketengah-tengah danau itu kalau bisa.." balasnya dengan tatapan tantangan, seolah ia tahu bahwa aku takkan bisa menggapai bagian tengah danau itu.
to be continued ....
Mana ku tahu apa itu perjuangan, konsepku hidup hanyalah sebuah alur drama yang hanya bisa dinikmati seadanya, tak perlu begitu serius menyikapi segala hal yang ada.
Banyak hal yang kuabaikan, tak kuperdulikan dalam hidup ini.
Aku ingat saat senja dihari itu, ditepi bendungan danau mini ditengah taman kota ini, suasana senja menyelimuti atmosfirnya, sesekali berhembus angin sepoi-sepoi menyerang tubuhku, aku yang tengah duduk disebuah kursi ditepi bendungan itu, dengan buku ditangan kiriku yang sedang kubaca, sesekali kuperhatikan keadaan sekitar. dengan penerangan lampu redup seadanya, kucoba telusuri tiap bait dari isi buku yang tengah ku dalami.
Saat sedang fokus pada buku yang tengah kubaca, sesekali kudengar bunyi riuh air danau seolah ada sesuatu yang terhempas kedalamnya, semakin lama semakin sering pula suara itu terdengar dan semakin mengganggu konsentrasiku. ku hentikan kegiatan bacaku, melipat secarik kertas buku yang sedang kubaca. ku letakan kembali dalam tas milikku yang selalu kubawa saat pergi keluar; ditempat seperti ini. ku perhartikan dengan seksama sisi kiri dari tempat dudukku dikejauhan, tertangkap sosok seorang wanita oleh mataku yang sedang melemparkan beberapa batu kearah danau di sertai gumam juga teriakan yang tak jelas. mungkin dia sedang patah hati tangkapku sejenak.
"Hgghhh!!" ... PLUGH! .. "harus coba lebih jauh lagi nihh" ucap wanita tersebut disusul dengan batu yang telah ada ditangannya ia lemparkan kearah danau, mungkin ia ingin melemparkan jauh-jauh batu tersebut.
"Maaf, mbak lagi ngapain?" tanyaku dengan nada rancu melihat apa yang ia lakukan.
"lagi lempar batu?.. ga liat?" balasnya.
Nenek-nenek joget goyang dribel juga tau dia lagi lemparin batu, tapi bukan itu apa yang ingin ku ketahui tentang tindakannya. "oh gitu... lagi kesal ya?" tanyaku lagi dengan gaya sedikit menyelidik.
"nggak juga.... memang kalau ada orang yang lemparin batu kedanau itu artinya lagi kesal?" tanyanya balik.
pertanyaan yang kembali dilontarkan setelah aku yang bertanya, benar-benar jawaban yang baik untuk menjawab suatu pertanyaan.
Tiba-tiba cewek tersebut berhenti melakukan kegiatan anehnya, mungkin dia telah capek, perlahan ia berjalan mendekatiku dengan membawa beberapa kerikil kecil ditangannya.
"coba deh.." ucapnya menyodorkan beberapa batu-batu kecil itu kepadaku.. "maksudnya?" tanyaku balik untuk memastikan apakah ia menyuruhku mencicipi kerikil itu atau bagaimana sebenarnya.
"Iya, cobain deh... kamu lemparin ini batu ketengah-tengah danau itu kalau bisa.." balasnya dengan tatapan tantangan, seolah ia tahu bahwa aku takkan bisa menggapai bagian tengah danau itu.
to be continued ....
Selasa, 03 Maret 2015
Kenal baik
Syukur adalah hal yang terus saja kulakukan karena semua yang telah kudapat melalui perbuatannya, Waktu itu adalah hari dimana stamina dari tubuh ini hampir habis yang sebelumnya aku pakai untuk hal - hal tak bermanfaat. Pagi yang mewajibkan tubuh ini berkendara menuju kota sebelah untuk tujuan yang bermanfaat. Mungkin. Saat itu ntah kenapa raga ini sudah tak bisa dikontrol yang membuatnya sudah tidak sinkron lagi dengan perintah otak karena semuanya itu telah disapu bersih oleh semangat yang membara untuk menyambut kepala - kepala baru yang akan bergabung bersama kita. Ku-nyalakan mesin motor yang sudah ku anggap sahabat yang -- tentunya selalu menemani ku kemanapun napsu ini ingin pergi. Doa pagi sebelumnya dan beberapa gelas air. Adzan subuh menyambut.
Seorang siswa tingkat tinggi yang sangat susah mengatur emosi pun mulai mengatur wajah - wajah baru ini dengan tidak berpengalaman. Seorang yang sejak awal melirik wajah cantik yang datang melalui pintu masuk dengan pita yang ada pada rambut mereka. Lupakan para laki - lakinya. Pernah diri ini berharap bahwa satu dari mereka yang akan jadi target semi-jodohnya. Waktu termakan dan tubuh ini mulai lelah disebabkan oleh telat dibagi makan siang oleh kaka yang cantik. satu definisi sudah mewakili banyak hal. Aku pun bersikap layaknya seorang kasar dan galak terhadap wajah - wajah asing ini. Entahlah apa yang mereka pikirkan tentang diri ini saat itu.
Beberapa hari kedepan resmi sudah mereka berada di lembaga ini. Tempat bidadari dan beberapa "makhluk" biasa disebut dosen berada. Hampa dan rasa tidak tertarik langsung mendekap setelah apa yang diharapkan kandas. Ternyata kegiatan itu tidak punya makna yang membentuk. Barisan dari wajah - wajah baru telah siap mengikuti kami para senior yang menuntun mereka ke tempat makan selain kantin. Bukan ke dalam keselamatan. Ada beberapa wajah cantik dan aneh. Aneh dengat gaya rambutnya. Selesai sudah dan mereka pergi pulang. Satu wajah baru dari kelompok yang ku tuntun dari samping kampus untuk melihat tempat makan tadi, kita berkenalan dengan diri ini yang berlaga playboy padahal. Cukup. Meminta pin blackber*y messanger nya.
Cukup kenal dan baru sadar orangnya lucu. Senyumnya manis.
Kenal dia anugerah. Bawa banyak hal baik tentunya. Sadar banyak hal, terlebih cara untuk tetap bersyukur.
Jeremis Rabin
Armament13
Syukur adalah hal yang terus saja kulakukan karena semua yang telah kudapat melalui perbuatannya, Waktu itu adalah hari dimana stamina dari tubuh ini hampir habis yang sebelumnya aku pakai untuk hal - hal tak bermanfaat. Pagi yang mewajibkan tubuh ini berkendara menuju kota sebelah untuk tujuan yang bermanfaat. Mungkin. Saat itu ntah kenapa raga ini sudah tak bisa dikontrol yang membuatnya sudah tidak sinkron lagi dengan perintah otak karena semuanya itu telah disapu bersih oleh semangat yang membara untuk menyambut kepala - kepala baru yang akan bergabung bersama kita. Ku-nyalakan mesin motor yang sudah ku anggap sahabat yang -- tentunya selalu menemani ku kemanapun napsu ini ingin pergi. Doa pagi sebelumnya dan beberapa gelas air. Adzan subuh menyambut.
Seorang siswa tingkat tinggi yang sangat susah mengatur emosi pun mulai mengatur wajah - wajah baru ini dengan tidak berpengalaman. Seorang yang sejak awal melirik wajah cantik yang datang melalui pintu masuk dengan pita yang ada pada rambut mereka. Lupakan para laki - lakinya. Pernah diri ini berharap bahwa satu dari mereka yang akan jadi target semi-jodohnya. Waktu termakan dan tubuh ini mulai lelah disebabkan oleh telat dibagi makan siang oleh kaka yang cantik. satu definisi sudah mewakili banyak hal. Aku pun bersikap layaknya seorang kasar dan galak terhadap wajah - wajah asing ini. Entahlah apa yang mereka pikirkan tentang diri ini saat itu.
Beberapa hari kedepan resmi sudah mereka berada di lembaga ini. Tempat bidadari dan beberapa "makhluk" biasa disebut dosen berada. Hampa dan rasa tidak tertarik langsung mendekap setelah apa yang diharapkan kandas. Ternyata kegiatan itu tidak punya makna yang membentuk. Barisan dari wajah - wajah baru telah siap mengikuti kami para senior yang menuntun mereka ke tempat makan selain kantin. Bukan ke dalam keselamatan. Ada beberapa wajah cantik dan aneh. Aneh dengat gaya rambutnya. Selesai sudah dan mereka pergi pulang. Satu wajah baru dari kelompok yang ku tuntun dari samping kampus untuk melihat tempat makan tadi, kita berkenalan dengan diri ini yang berlaga playboy padahal. Cukup. Meminta pin blackber*y messanger nya.
Cukup kenal dan baru sadar orangnya lucu. Senyumnya manis.
Kenal dia anugerah. Bawa banyak hal baik tentunya. Sadar banyak hal, terlebih cara untuk tetap bersyukur.
Jeremis Rabin
Armament13
Berikan Aku Cahaya Itu (Part I) : Tebing dipinggir jalan
Sejuk tiupan angin pada siang hari. dibawah pohon rindang ini, duduklah aku seorang diri, mentari terik bersinar tak menghiraukanku yang tengah memandanginya sesekali. "siang yang cukup panas" ucapku seorang diri.
Beberapa saat yang lalu saatku tiba ditempat ini, tebing kecil ditumbuhi banyak pepohonan dan rumput, ditepi jalan setapak ini, menjadi tempat tujuanku untuk menghindari panasnya sayatan pisau cahaya panas sang mentari yang siang ini sedang meraja lela melepaskan pesonanya pada atmosfir sekitar desa ini. mungkin hanya perasaanku saja, atau memang siang ini mentarinya bersinar lebih terik dan menyengat dibanding biasanya.
Teringat waktu dahulu, saatku menatap langit yang biru, pantulannya terlihat begitu jelas dan indah pada cermin-cermin air yang ada didepanku, tepat sekitar beberapa meter jaraknya dari tebing ini, jalan setapak yang dekat dengan danau, dengan kerlap-kerlip riak air yang tenang memantulkan sinar mentari yang seolah mentari diatasnya.
Tak kuhiraukan cekikikan serangga disekitar pohon tempatku berteduh dibawahnya, juga nyanyian beberapa burung yang terdengar sekilas namun berlalu, tapi angin sepoi-sepoi siang ini, mengapa?
Mengapa engkau berhembus sambil membawa beberapa puing kenangan yang sempat terlupakan dalam ingatanku, sekarang telah kuingat dan mulai ku nikmati tiap bagian nostalgia khayalan pikiran yang ada, sempatku terbuai dengan lembutnya sentuhan angin sejuk yang meleok-leok menerpa wajahku disiang yang terik ini.
Ku ingat beberapa masa yang lalu, saat ditepi tebing ini, ya... saat itu aku yang berasal dari kota besar sedang berlibur di desa ini, pemandangannya indah, udaranya segar, apalagi danau dan tebing ini.
hampir tiap saat aku selalu duduk dibawah pohon-pohon rindang diatas singgasana tak bertuan ini, ditepi jalan setapak yang berhadapan dengan keelokan danau yang terus menari ombak-ombak kecilnya saat sang angin berlalu dengan girang, berlari diatasnya.
Tebing ini adalah singgasanaku untuk menikmati sejuknya angin dan indahnya danau.
di kota sangat riuh dan panas yang kurasa udara disekitarnya, kuputuskan saat itu untuk berlibur ke desa ini, kebetulan bibi dan pamanku menetap didesa ini, dengan tawaran mereka, akupun tinggal bersama mereka untuk beberapa saat menghabiskan waktu liburanku, libur kuliah semester genap memang cukup lama, sehingga keputusan bijak bagiku untuk berlibur didesa ini, menghabiskan setidaknya satu atau dua bulan disini pasti bisa menyegarkan pikiranku kembali yang telah dipenuhi banyak polusi, baik polusi udara dikota tempatku, maupun polusi setelah menghadapi UAS yang begitu membuat penat kepalaku, deg-degan menunggu hasil IP yang akan keluar. Hahh! lupakan saja, baik ku nikmati waktu bebasku ditempat ini.
Beberapa saat yang lalu saatku tiba ditempat ini, tebing kecil ditumbuhi banyak pepohonan dan rumput, ditepi jalan setapak ini, menjadi tempat tujuanku untuk menghindari panasnya sayatan pisau cahaya panas sang mentari yang siang ini sedang meraja lela melepaskan pesonanya pada atmosfir sekitar desa ini. mungkin hanya perasaanku saja, atau memang siang ini mentarinya bersinar lebih terik dan menyengat dibanding biasanya.
Teringat waktu dahulu, saatku menatap langit yang biru, pantulannya terlihat begitu jelas dan indah pada cermin-cermin air yang ada didepanku, tepat sekitar beberapa meter jaraknya dari tebing ini, jalan setapak yang dekat dengan danau, dengan kerlap-kerlip riak air yang tenang memantulkan sinar mentari yang seolah mentari diatasnya.
Tak kuhiraukan cekikikan serangga disekitar pohon tempatku berteduh dibawahnya, juga nyanyian beberapa burung yang terdengar sekilas namun berlalu, tapi angin sepoi-sepoi siang ini, mengapa?
Mengapa engkau berhembus sambil membawa beberapa puing kenangan yang sempat terlupakan dalam ingatanku, sekarang telah kuingat dan mulai ku nikmati tiap bagian nostalgia khayalan pikiran yang ada, sempatku terbuai dengan lembutnya sentuhan angin sejuk yang meleok-leok menerpa wajahku disiang yang terik ini.
Ku ingat beberapa masa yang lalu, saat ditepi tebing ini, ya... saat itu aku yang berasal dari kota besar sedang berlibur di desa ini, pemandangannya indah, udaranya segar, apalagi danau dan tebing ini.
hampir tiap saat aku selalu duduk dibawah pohon-pohon rindang diatas singgasana tak bertuan ini, ditepi jalan setapak yang berhadapan dengan keelokan danau yang terus menari ombak-ombak kecilnya saat sang angin berlalu dengan girang, berlari diatasnya.
Tebing ini adalah singgasanaku untuk menikmati sejuknya angin dan indahnya danau.
di kota sangat riuh dan panas yang kurasa udara disekitarnya, kuputuskan saat itu untuk berlibur ke desa ini, kebetulan bibi dan pamanku menetap didesa ini, dengan tawaran mereka, akupun tinggal bersama mereka untuk beberapa saat menghabiskan waktu liburanku, libur kuliah semester genap memang cukup lama, sehingga keputusan bijak bagiku untuk berlibur didesa ini, menghabiskan setidaknya satu atau dua bulan disini pasti bisa menyegarkan pikiranku kembali yang telah dipenuhi banyak polusi, baik polusi udara dikota tempatku, maupun polusi setelah menghadapi UAS yang begitu membuat penat kepalaku, deg-degan menunggu hasil IP yang akan keluar. Hahh! lupakan saja, baik ku nikmati waktu bebasku ditempat ini.
Langganan:
Komentar (Atom)