Jumat, 06 Maret 2015

Kristal batu (Part I)

Mana ku tahu apa itu hidup, hanya kujalani saja apa adanya alur kehidupan ini.
Mana ku tahu apa itu perjuangan, konsepku hidup hanyalah sebuah alur drama yang hanya bisa dinikmati seadanya, tak perlu begitu serius menyikapi segala hal yang ada.

Banyak hal yang kuabaikan, tak kuperdulikan dalam hidup ini.
Aku ingat saat senja dihari itu, ditepi bendungan danau mini ditengah taman kota ini, suasana senja menyelimuti atmosfirnya, sesekali berhembus angin sepoi-sepoi menyerang tubuhku, aku yang tengah duduk disebuah kursi ditepi bendungan itu, dengan buku ditangan kiriku yang sedang kubaca, sesekali kuperhatikan keadaan sekitar. dengan penerangan lampu redup seadanya, kucoba telusuri tiap bait dari isi buku yang tengah ku dalami.

Saat sedang fokus pada buku yang tengah kubaca, sesekali kudengar bunyi riuh air danau seolah ada sesuatu yang terhempas kedalamnya, semakin lama semakin sering pula suara itu terdengar dan semakin mengganggu konsentrasiku. ku hentikan kegiatan bacaku, melipat secarik kertas buku yang sedang kubaca. ku letakan kembali dalam tas milikku yang selalu kubawa saat pergi keluar; ditempat seperti ini. ku perhartikan dengan seksama sisi kiri dari tempat dudukku dikejauhan, tertangkap sosok seorang wanita oleh mataku yang sedang melemparkan beberapa batu kearah danau di sertai gumam juga teriakan yang tak jelas. mungkin dia sedang patah hati tangkapku sejenak.
"Hgghhh!!" ... PLUGH! .. "harus coba lebih jauh lagi nihh" ucap wanita tersebut disusul dengan batu yang telah ada ditangannya ia lemparkan kearah danau, mungkin ia ingin melemparkan jauh-jauh batu tersebut.
"Maaf, mbak lagi ngapain?" tanyaku dengan nada rancu melihat apa yang ia lakukan.
"lagi lempar batu?.. ga liat?" balasnya.

Nenek-nenek joget goyang dribel juga tau dia lagi lemparin batu, tapi bukan itu apa yang ingin ku ketahui tentang tindakannya. "oh gitu... lagi kesal ya?" tanyaku lagi dengan gaya sedikit menyelidik.
"nggak juga.... memang kalau ada orang yang lemparin batu kedanau itu artinya lagi kesal?" tanyanya balik.
pertanyaan yang kembali dilontarkan setelah aku yang bertanya, benar-benar jawaban yang baik untuk menjawab suatu pertanyaan.
Tiba-tiba cewek tersebut berhenti melakukan kegiatan anehnya, mungkin dia telah capek, perlahan ia berjalan mendekatiku dengan membawa beberapa kerikil kecil ditangannya.
"coba deh.." ucapnya menyodorkan beberapa batu-batu kecil itu kepadaku.. "maksudnya?" tanyaku balik untuk memastikan apakah ia menyuruhku mencicipi kerikil itu atau bagaimana sebenarnya.
"Iya, cobain deh... kamu lemparin ini batu ketengah-tengah danau itu kalau bisa.." balasnya dengan tatapan tantangan, seolah ia tahu bahwa aku takkan bisa menggapai bagian tengah danau itu.

to be continued ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar