Selasa, 01 Desember 2015

Kisah Ku

Berawal dari sebuah kisah yang kandas pada Semester 2, aku ingin menemukan pasangan yang dimana aku butuh kedewasaan dari wanita tersebut. Bukan aku menuntut seoran wanita yang sangat super perfect, tetapi sekarang aku memang selektif dalam memilih. Bahkan kesalahanku adalah disaat aku menyukai seorang cewe yang dimana dia sudah mempunyai pasangan dalam hidupnya aku mau untuk mendapatkannya. Bukan Karena dia hanya sekedar cantik, itu memang salah satu alsan, tapi yang paling tepat itu adalah dimana wanita tersebut mirip dengan Ibu ku. Sekarang, bagiku untuk mencari seorang perempuan bukan dilihat dari fisik. Mungkin sekarang itu menjadi nomor 2, aku mau menjadi seseorang yang tidak menyesal nantinya. Untuk kisah pencarian wanita belakangan ini akan aku tuliskan beberapa saat lagi.
            Entah mengapa, disaat aku putus di semester 2, aku sekarang hanya bisa meerasakan ketertarikan pada wanita tertentu. Bila aku bertemu dengan wanita cantik, aku hanya sekedar menilai dia sebagai wanita cantik namun tidak ada ketertarikan. Terkadang wanita yang membuat ku tertarik adalah wanita yang dimana penuh rahasia, dan seakan-akan dia memberi celah untuk aku masuk kedalam dunianya. Satu lagi, yaitu wanita tersebut tidak congkak atau sombong, karena sesungguhnya aku kesal dengan wanita yang menyombongkan harta kekayaan orang tuanya, namun disaat dia diajak hidup susah, dia tidak mau dan malah merendahkan kita. Itu yang saya sangat benci sekali dalam wanita yang “uptown girl”.
            Ok, kita lanjut kepada kisah gua yang dimana berusaha untuk mendapatkan wanita yang gua inginkan.
            Bulan mei Tahun lalu yaitu 2014, dimana aku sedang ada acara, yaitu retreat besama Triniti Choir. Singkat saja ceritanya, aku bertemu dengan wanita ini di dalam group paduan suaraku dan wanita ini bernama Citananda, dia termasuk orang baru di dalam group paduan suara ini. Dia masuk dengan teman teman yang lainnya, salah satunnya adalah perempuan yang bernama Lisa. Pertama, aku melihat Citananda ini, aku hanya sebagai orang yang cuek, yang tidak mengerti apa yang ia rasakan, bahkan aku termasuk orang yang sangat cuek waktu itu terhada Nanda. Hingga pada saatnya, kami di pertemukan untuk menjadi akrab di acara retreat tersebut. Awalnya, aku hanya berfikiran bahwa dia hanya sekedar perhatian dan baik saja sama aku. Namun, lama kelamaan aku memancing dia, aku merasa ada perasaan yang berbeda yang ia rasakan. Hingga sampai, aku pun menjadi Gede Rasa sama dia. Yang paling kerasa adalah, disaat aku harus kembali ke UKI jam 12 malam, untuk menghadiri kelas pada paginya. Disitu, ia memelukku dan mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak mau dibawa perasaan dulu, namun berkat peluka  itu aku jadi tidak nggantuk di sepanjang perjalanan dalam waktu tengah malam seperti itu. Namun, semua itu pada akhirnya kandas dan hilang begitu saja setelah aku mendekatinya selama 8 bulan, bahkan sudah terbilang bahwa kami seperti orang pacran. Ya, bisa di bilang juga kami seperti pasangan yang membuat Hubungan Tanpa Status. Hubungan it kandas, memang karena kesepakatan kami berdua untuk menyudahi, karena kami pun bingung harus apa yang kami lakukan pada hubungan ini, dan disini posisinya adalah aku yang salah, karena aku sudah jarang untuk menyisihkan waktuku untuk memberikan kepadanya waktu yang berkualitas. Ini disebabkan karena aku harus fokus dulu dalam tugas dan ujian yang akan datang. Namun, semua itu sirna begitu saja. Seakan-akan itu tidak pernah terjadi.
            Lalu lanjut kepada dua orang wanita. Yang bernama Elisabeth Yakoba Lenakoly dan Marsha Epriliasari Simatupang. Merek berdua memang bisa dikatakan manis, cantik, dan apapun itu. Namun yang aku lihat adalah kembali kepada sifat mereka.
            Baik, aku akan menceritakan satu persatu kisah mereka berdua….
            Dimulai dari yang namanya Elisbeth Yakoba Lenakoly, dimana dia sering di panggil Lisa. Yes betul, kalau kalian kembali keatas, lisa yang aku maksud di atas adalah wanita yang aku kagumi sejak awal karena dia cantik. Namun, aku tidak berani untuk mendekatinya, karena disaat itu, ku mendekati Citananda. Ok, lanjut. Lisa ini adalah orang yang memberikan aku kesan pertama, bahwa dia adalah orang yang pendiam dan stay cool. Namun pada kenyataanya disaat aku mendekati dia, dia adalah orang yang sangat bawel, tapi lucu. Terkadang dia tau bagaimana cara mencairkan suasana yang sudah di bilang garing. Karena, disaat aku sedang nganterin dia pulang, dan aku merasa sudah ingin istirahat, terkadang dia kembalikan mood aku dalam sekejap. Itu yang membuatku kaget, ternyata dia adalah wanita yang dimana persis sama dengan Ibu ku dikala ada situasi yang seperti itu.
            Bagaimana aku bisa dekat sama dia. Ini adalah kisah yang menurutku unik. Karena, aku bisa deket sama dia, karena bermula aku yang iseng untuk mendekati dia, bukan berarti mempermainkan, melainkan aku yang mau mencoba untuk mengetahui dia lebih dalam lagi. Akhirnya, aku sedikit berhasil untuk mengajak ngobrol dia, awalnya aku berusaha untuk membuatnya ketawa. Kejadian ini berlangsung di bandung di dalam bis menuju gereja. Lagi lagi, ini acara retreat dengan group paduan suaraku.
            Singkat cerita, disaat kami mau kembali ke bogor, dan aku sudah siap untuk kembali ke bogor, karena barang barang ku sudah ada di bis. Namun, tiba-tiba aku di suruh membawa mobil guru piano ku, karena ternyata guruku membawa 2 mobil, dan akhirnya mobil yang satu aku bawa sendiri. Namun, pikiranku langsung cepat melaju, bahwa aku ingin mengajak abang dan kakak ku yang ada di situ, yaitu ka Evi dan bang Lambas. Di jalan, aku teringat kembali dengan Lisa, dimana dia sebenernya ingin langsung turun di jatibening, karena sebenernya bis itu akan berhenti di UKI. Lalu, seketika aku langsung menghubunginya dan menyuruh dia pindah ke mobil yang aku kendarai. Di saat itu lah, aku dengan nya menjadi lebih dekat.
            Di perjalanan, memang banyak momen, seperti aku bercanda dengan dia, membahas keluarga, ber selfie bersama. Tentunya abang dan kakak yang tadi aku ajak, mereka di belakang dan mereka tidur. Disitu lah aku banyak momen. Dimana aku pun disuapin dia untuk makan kue, karena kebetulan aku bilang ke dia laper. Namun, aku tidak mau untuk membawa perasaan dulu. Aku tetep stay cool, dan mencoba untuk netral, namun perlahan mendekati dia.
            Lalu setelah kejadian di bandung itu, aku sempet lost contact dengan lisa beberapa bulan. Dan akhirnya, kembali dekat di acara FKPPI, setelah acara itu kami akan mengadakan konser paduan suara kami. Disitu, kami kembali dekat. Dimana aku rela untuk menjemput dan mengantar dia dari tempat kerjanya menuju tempat latihan lalu mengantarkan dia kembali kerumah. Disini, aku sudah mempunyai rasa yang lebih terhada dia. Maka dari itu, aku rela berkorban untuk melakukan apapun untuk dia.
            Untuk info tambahan, Lisa  ini sudah mempunyai pacar, namun yang aku tahu, mereka memang sedang complicated.
            Lanjut….
            Kalau aku mengulang kejadian, kami pernah berpegangan tangan disaat aku mengantarkan dia pulang kerumahnya, dan dia tertidur. Jadi, dia tertidur, sambil memegang tanganku. Di situ aku merasa ruang untuk semakin medekati dia terbuka lebar. Sampai pada puncaknya, di saat kami mengadakan konser. Dan setelah selesai konser, aku melihat ternyata cowonya datang, dan yang aku pertanyakan adalah, mengapa Lisa biasa saja, dan tidak terlihat senang Cowonya datang. Yang ada, Lisa sering nyamperin aku. Bahkan disaat mau pulang pun, dia tidak perduli dengan cowonya, dan segera menghampiriku untuk mengucapkan “hati hati dijalan kalau pulang nanti ya, ci” disitu aku merasa agak canggung dengan di. Sampai pada, dimana salah satu temanku bilang, bahwa mereka sebenarnya sedang proses untuk putus. Sedikit senang mendengarnya, namun aku tidak mau terlalu senang dulu.
            Lalu, setelah konser kami menjadi biasa kembali, normal. Karena kami mempunyai keisbukan masing masing. Dimana dia menjadi sering keluar kota, dan aku sibuk dengan dunia kuliahku.
            Singkat cerita, pada akhirnya di tanggal 28 November 2015, aku mengajak dia untuk makan malam. Bisa di bilang midnight dinner. Aku sengaja menyiapkan waktu itu, untuk merayakan ulang Tahun dia. Sebenernya aku mempunyai kejutan dimana disaat dia ulang tahun, aku sudah memesan 1 kamar hotel untuk memberikan kejutan kepadanya, kamar tersebut bukan buat bermalam, melainkan dimana ruangan itu akan di dekorasi untuk ulang tahun dia, dan aku pun sudah memesan 1 meja untuk berdua di restoran Hotel tersebut. Namun semuanya itu aku batalkan, karena memang Lisa keluar kota pada hari ulang tahun dia.
            Namun akal ku tidak berhenti di situ saja, aku segera mengajak dia pergi di tanggal 28 malam, sekeedar mengajak dia makan malam, dan memberikan dia kado yang telah aku persiapkan. Dan di tanggal itu juga, disaat aku mengantarnya pulang, aku mengatakan kepada dia, bahwa aku mempunyai rasa yang lebih dengan nya, dan aku meminta maaf sama dia, kaena aku bisa mempunyai rasa kepada dia yang sudah mempunyai Cowo. Dan sampai tulisan ini di tulis pun, aku kangen sama dia. Tapi aku takut, takut dia berfkir aneh aneh disaat aku akan aktif untuk melakukan percakapan melalui pesan singkat eletronik. Aku hanya bisa memendam, dan mendengarkan lagu yang beralunan slow pop. Ini lah kisah ku yang belum selesai sampai saat cerita ini di tuliskan.
            Lalu lanjut kepada wanita yang bernama Marsha. Dimana dia adalah Seniorku di Fakultas Sastra. Di terbilang manis, dan orangnya apa adanya, satu hal lagi buat info kalian, Marsha sudah mempunyai Cowo.
            Untuk kisah ini, sebenrnya simple saja. Aku menyayanginya bersamaan di saat aku menyayangi Lisa. Disini lah gundahku muncul. Aku harus memilih yang mana. Akhirnya aku memutuskan bahwa salah satu dari mereka yang bisa menerima aku dial ah yang akan aku jaga, dan perasaanku seutuhnya untuk wanita yang telang memilihku.
            Momen bersama marsha terbilang standard, namun mempunyai kesan tersendiri. Aku adalah cowo yang suka memberikan surprise kepada seorang wanita yang aku sayangi, termasuk Ibu. Jadi, aku suka memberikan sesuatu yang di luar dugaan dia. Dimana terkadang aku suka menculik dia untuk jalan jalan ke tempat yang sebenernya aku tidak tahu juga. Namun, karena aku nekat, jadi aku berani mengajak dia untuk jalan-jalan seperti itu.
            Singkat cerita, aku memutuskan untuk bersikap netral bersama Marsha, karena aku nggak mau lagi untuk mengganggu hubungan dia dengan cowonya. Marsha dan Lisa mempunyai sifat yang sama, namun Lisa lebih terlihat kalem dan feminism, sedangkan marsha lebih terlihat nggak bisa diam, dan aktif.
            Itulah cerita kisah ku, yang sebenrnya belum jelas.
            Di cerita ini aku menitik beratkan kepada Lisa, karena memang alsanku menulis cerita ini adalah karena Lisa. Lisa adalah wanita yang cantik. Dan terkadang aku yang melayang kalau di deketnya, dan dia salah satu wanita yang cukup supel untuk bergaul, namun dia juga bergaul dengan orang tertentu.

            Aku menyayangi Lisa dan itu susah di ungkapkan dengan kata kata. Aku hanya bisa mendoakan dia dari kamarku. Dan berharap suatu saat aku memilikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar